rabu, 26 september 2007
sebenarnya bukan terluka sih, tapi tersindir. hanya kalimat sederhana, tapi efeknya dalem banget di hatiku
aku tersindir oleh kata2 seorang teman yang baru kukenal beberapa hari belakangan ini. tampangnya sih sering kulihat tapi maaf ya bang, tampangmu emang gak memorize-able banget… duh…
“kalo masih bisa dijangkau sepeda, mbok ya bersepeda saja.”
aku nggak pernah terpikir sampai kesitu. bodohnya…
dan karena tersindir itulah, dan karena kebetulan dapet sepeda bagus pinjaman sebelum mudik lebaran… aku mencoba mengayuh. seru.
selalu merasa diriku aktivis lingkungan (apa itu?), tetapi menemukan diriku begitu naif dan bodoh. bahkan acuh tak acuh dan tak peduli dengan bertambahnya kadar karsinogen dalam udara yang kita hirup bersama-sama. aku malu sekali.
siapapun kamu yg mengingatkanku untuk mulai peduli terhadap hal-hal kecil… you’re one of many my i-cannot-remember-who-they-are heroes. makasih banyak. seriously.
trus gimana dong nasib motorku yang belum genap setahun usianya? yang udah tergores di banyak tempat, sekali ditabrak orang, dan sekali tervandalisasi di parkiran. oh motorku yang ber-Ongkara di spatbor belakangnya. motorku hasil keringatku sendiri….
aku masih akan pake motorku, sampe aku punya cukup uang untuk beli sepeda. dan sampe dapat kepastian dimana aku akan bermukin setelah bulan november nanti. bulan yang mendebarkan…
aku baik-baik saja.
sangat.