9 april 2007
ah, senin lagi. tapi tak apa, sudah kuselipkan di reminder hari ini tulisannya “setelah senin, akan datang jumat dan artinya libur lagi. horee..!” kesannya memang menghibur diri sih, tapi ya itu… tak apa.
kemarin ada sedikit perjalanan. dimulai dari yogyakarta jam 10 pagi, hari jumat. kami naek motor ke salatiga. tentu dengan mampir2. misalnya mampir di pinggir sawah, sekedar untuk makan duku dan minum pocari sweat.
di tempat itu pula tanggal 16 september tahun lalu kami berhenti, karena bagus ngantuk, jadi japek harus menurunkan bagus disitu biar dia bisa tidur. waktu itu kami dalam perjalanan hendak mendaki merbabu. tapi kali ini, tidak.
kali ini kami akan mendaki gunung yang lain, dengan cara yang lain : naek motor. jadi, setelah kira2 hampir sampai di desa wekas yang mana merupakan pusat pendakian ke merbabu, kami berhenti lagi di tepi lapangan. hanya untuk minum isotone dan makan beberapa butir duku lagi. plus snack kerupuk monde dan beberapa cup jelly wong coco.
dan berikutnya kami ketemu bapak dan ibu tua yang ribut mau cari buah nangka. mereka bicara dengan logat khas penduduk merbabu. kalo di denger2 terdengar seperti logat jawa timur bagian timur (surabaya, malang, dll), tapi lain. yang ini logat khas merbabu yang sama sekali beda dengan logat khas jawa tengah apalagi jogja. he he he, aku sempet terheran-heran dibuatnya.
oya, dan kami terus melaju di atas motor vario yang kebetulan sedang mengalami sedikit ralat produksi atas anchor pinnya. tapi aku belum sempet ke bengkel sehubungan dengan itu. ntar2 aja deh. akhirnya sampai juga di gunung telomoyo. naek… naek terus sampe ke puncak. puncaknya berupa menara pemancar (telkomsel sepertinya?).
jalan menuju puncak berupa aspal, tapi pada bolong semua, rusak. dan di kanan kiri jalan bisa dilihat pemandangan indah plus pemandangan pasangan2 yang sedang pacaran (sumpah, isinya orang pacaran thok..! ada yang sembunyi2 di balik semak, dan meninggalkan sepeda motornya sendirian di pinggir jalan. lek ilang yo piye yo? ada juga yang sibuk melipat jas hujan, padahal cuaca cerah ceria. mungkin tadi jas ujannya abis dipake untuk alas… untuk duduk). wis, pokoke gitu deh.
sampe puncak ternyata turun kabut, cuma keliatan putih2 aja. jadi kami merosot ke bawah lagi biar bisa liat pemandangan indah, sambil nerusin makan duku (sebenernya dukunya itu buat oleh2 loh untuk mbak tutik, tapi keburu berkurang banyak sekali karena disantap oleh kami).
dan kami duduk di sebelah pasangan yang sedang berpelukan. tapi kemudian ada bunyi yang mengganggu “treeeet…. tereeeeteeeet…” apa itu? selidik punya selidik, ternyata itu suara kabel telanjang tepat di atas kepala kami. nah, kabel2 itu saling bergesekan satu sama lain, sehingga mungkin sebentar lagi akan mengeluarkan percikan bunga api. hiiii… terlalu ngeri untuk melihat kejadian selanjutnya, kamipun melangkah lalu.
salatiga. bakso ABC, selalu jadi tujuan pertama. meski semakin hari rasanya semakin hambar, tapi warung bakso di perempatan ABC ini selalu ramai (kenapa nama daerah itu ABC ya? yang DEF ada nggak ya?). ternyata karena harganya murah, cuma 3.500 semangkok, sudah dapet 6 pentol bakso berukuran sedang. kalo di jogja, bakso pak narto 5000 seporsi, dan bakso pak kintel 4500 seporsi.
setelah bakso ABC, pergi ke rumah mbak tutik, yang mirip rumah peristirahatan di lereng merbabu. karena mblusuk banget dan duingin banget. plus dikelilingi “hutan” alias pekarangan yang terlalu luas dan terlalu liar untuk disebut sebagai pekarangan saja tanpa tanda “”.
dan sehubungan dengan itu, pagar depan rumah mbak tutik ini baru saja rubuh siang itu, apa pasal? diseruduk sapi tetangga, sodara-sodara! hebat sekali, benar-benar terasa alami. kausal yang aneh buatku, tapi ternyata juga terasa merdu. mengingat di daerah kos2an karangwuni tidak ada lagi sapi yang marah2 dan nyeruduk pagar hanya karena pasangan sapi betinanya digiring lebih dulu masuk ke kandang. ternyata sapi itu bodoh juga. dan…. patriarkis, mungkin. itulah.
intinya, malam itu kami makan sate ayam, roti bakar, plus terang bulan coklat keju. dan ketiduran karena kecapekan dan kekenyangan. sampe esok harinya, jam 8 kami bertolak dari kediaman mbak tik, menuju ungaran. kenapa ungaran? karena di ungaran ada candi gedong songo dan pura giri suci.
candi gedong songo benar2 bagus. pemandangannya super keren. dan itu hanya karena aku pura2 nggak tahu aja, kalo ketut mupeng banget pengen naek gunung ungaran. karena letak candi emang benar2 di lereng gunung ungaran, jadi puncaknya terasa dekat sekali. apalagi ditambah kenyataan bahwa gunung ungaran hanya setinggi 2.500sekian, kalo nggak salah. he he he, dan kenyataan aku udah pernah naek gunung itu sampe puncak mei tahun lalu, bikin dia makin keki. seneng aku
puas sekali rasanya menikmati keunggulan kali ini, he he he.
candinya terdiri dari 9 buah candi, tapi yang masih utuh hanya 5. dan 4 sisanya menjadi misteri buatku, karena nggak tahu, ada di sebelah mana sih?? bener2 penasaran :p
trus, dari candi itu, kami baik ke jogja lewat rute ambarawa. biar bisa ngelirik2 dikit ke arah rawapening. tapi malah ketemu dengan pura giri suci. setelah ketut selesai sembahyang, kami terus lanjut ke jogja. cuma sempet mampir di rumah makan es murni magelang, trus lanjut lagi ke jogja. sampai jogja udah ngidam banget bisa renang di hotel brongto, tapi…. tutup. HIKS…!! ya deh, pulang ke rumah aja.
hari berikutnya cuma untuk bersih2 rumah, dan malamnya tegang menunggu kelahiran bayi seorang teman. sampai ketiduran. pagi ini, langsung nyalain komputer dan nyetel vcd yoga. coba2 latihan yoga selama 25 menit, dan alamak….. ternyata yoga sangat menguji kekuatan dan kelenturan tubuh. ternyata sekali bahwa tubuhku ini nggak kuat dan nggak lentur :p
ciao
aku sering buanget tuh ke hotel brongto di jalan suryodiningratan, aku punya pakde dideket situ, depan hotel brongto ada gang, rumah pakdeku di situ. jadi pengen ke jogya neeh
April 9, 2007 @ 4:16 pm